Kenapa Saya Berharga?


2017, waktu itu hidup saya sedang dalam keadaan tidak baik. Banyak air mata yang terbuang sia-sia karenanya. Banyak hal yang saya lalui untuk keluar dari masa-masa gelap itu. Ya, saya begitu mengandalkan kekuatan saya. Tidak banyak yang saya harapkan, hanya menikmati bahagia tanpa rasa curiga. 
Begitu banyak masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya. Saya sampai tidak bisa mengontrol emosi saya sampai saya merasa bahwa ini semua tidak adil bagi saya. Dunia begitu kejam, memandang saya seperti tidak berarti apa-apa. Tidak ada yang bisa mengerti saya bahkan orang-orang terdekat saya. Tidak ada yang bisa menuntaskan segala rasa pahit dalam hati saya.
Saya mulai membenci diri saya sendiri.
Sejak saat itu, saya mulai tidak percaya akan segala hal termasuk diri saya. Saya menganggap diri saya adalah orang yang tidak berguna dan begitu tidak pantas untuk setiap hal baik yang Tuhan berikan. Sampai suatu saat Tuhan  mengubah semuanya.
Hari itu, saya tidak ingat kapan, tapi begitu jelas Tuhan hadir menggenggam erat tanganku. Kehadirannya begitu terasa sampai membuatku tidak berhenti bercerita tentang apapun yang terjadi melalui tetesan air mataku. Hari itu kurasa hidupku mulai lebih baik. 
Saya sadar begitu berharganya airmata yang sebenarnya tidak pantas untuk dijatuhkan untuk pribadi yang tidak begitu menghargaiku. Sebatas menghargai saja tidak, apalagi menyayangi? 
Sebenarnya sebagai manusia, menghargai diri sendiri itulah hal yang tersulit. Manusia terkadang membuang detik-detik hidupnya hanya untuk memuaskan diri pada hal duniawi yang begitu sementara dan itulah yang membuat dirinya membuang waktu-waktu berharga yang Tuhan berikan. Manusia sering memandang rendah dirinya karena satu pandangan orang lain yang membuatnya menjadi demikian. Mereka berfikir bahwa pandangan manusia lebih penting daripada keberadaannya yang begitu berharga dimata Tuhan. Mereka lupa akan hal itu. Berharga dimata Tuhan.
Tuhan memberikan saya kesempatan untuk melihat betapa Ia begitu mengasihi saya dan kehidupan saya. Ia tidak mengingat masa kelamku. Ia mengampuni dan tidak pernah memandangku rendah. Dialah satu-satunya Pribadi yang bisa saya andalkan untuk setiap harapan yang saya dambakan, Ia Pribadi tidak pernah mengkhianati. Saya ingin terus belajar menjalani setiap detik ini dengan terus menyenangkan hati-Nya. Saya jauh dari kata baik, karena itu saya akan terus berusaha.
Jadi, kenapa saya berharga? karena Tuhan mengasihi saya, jauh melampaui siapapun di dunia ini.  Dia satu-satunya Pribadi yang menyelamatkan saya dari masa kelam yang membuatku lupa bahwa saya begitu berarti.
Itu saja.

- Obey,2018

Comments

Post a Comment